Duta Damai Regional Jawa Timur
Duta Damai Regional Jawa Timur dibentuk dan dikukuhkan pada 27 Juli 2017 dan kemudian melakukan regenerasi pada 07-10 September 2020, guna menyebarkan konten-konten positif dan sebagai cara kontra narasi negatif di dunia maya. Serta untuk mencegah penyebaran konten-konten yang mengandung radikalisme dan terorisme serta informasi atau berita palsu (hoaks).

Pesantren dan Modernitas

Dunia pendidikan di Indonesia mempunyai ciri khas dengan adanya Pesantren. Menurut Manfred Ziemek, peneliti pendidikan Islam asal Jerman, Mengutip temuan UNESCO bahwa 1954 tercatat ada 53.077 pesantren di seluruh Indonesia. data ini menurut ziamek belum akurat, Bank dunia pada tahun 1971 merilis temuan bahwa angka pesantren di Indonesia hanya terdapat 11.000 unit saja.

Kementrian agama melalui Pusat Pengembangan Penelitian dan Pendidikan Pelatihan (P-5) Kementrian Agama bahwa pesantren di 33 Propinsi seluruh Indonesia mencapai 28.000 pesantren dengan jumlah santri mencapai 3,85 juta jiwa.

Modernitas adalah salah satu fakta yang senantiasa menggelinding setiap waktu. Inilah peradaban manusia yang terus mencari dan merekayasa, sehingga tak terelakkan dan mau tidak mau pesantren menjadi bagian dari penggelindingan tersebut. Di sinilah pesantren mempunyai peran dalam menjawab tantangan modernitas, tepatnya memberi variasi pembelajaran dan pendidikan guna mencetak lulusan-lulusan yang mumpuni dalam bidang apapun.

Ciri khas pesantren dengan metode pembelajaran yang khas dan tidak terkungkung oleh kurikulum formal dari lembaga negara dengan tetap memegang erat nilai-nilai kearifan lokal menjadi harapan kita bersama. Meskipun beberapa pesantren sudah mengadopsi sistem pembelajaran formal, namun tetap Istiqomah terhadap nilai-nilai local wisdom masing-masing.

Pendidikan dengan tidak mengindahkan nilai-nilai luhur dari daerah di mana pesantren itu didirikan akan menghasilkan surplus bagi hasil anak santri itu sendiri. Mereka akan mampu melebur dengan masyarakat dari semua ruang lingkup kehidupannya. Menjadi instrumen penggerak masyarakat yang majemuk yang kental nuansa heterogenitas nya.

Karena sudah terbiasa dipaksa dan dicontohkan ihwal kebajikan oleh para kiainya, pesantren akan mempunyai ikatan dhohir maupun batin terjalin tanpa sekat dan tanpa batas waktu. Dalam hal ini, para santri akan berusaha semaksimal mungkin mengemban amanah dari para kiai tentang perjuangan menyebarkan nilai-nilai agama.

Karena akhlak menjadi hal yang mutlak harus di miliki dan diimplementasikan oleh para santri, tantangan modernitas berupa kemajuan teknologi dan informasi bisa difilter dengan signifikan. Di sinilah peran pesantren dan santri dalam mendidik dan meluruskan masyarakat jikalau sewaktu-waktu melenceng dari aturan-aturan negara dan agama.


x

You may also like...

Tinggalkan Komentar