Tari Gandrung

Tari Gandrung

Tak Kandani Yo Rek
Ndek Jatim enek tarian seng populer loh, salah sijine enek nang Banyuwangi. Tari khas iki dijenengi tari gandrung, seng difestivalno tiap tahun. Pengen ngerti tari iki yaopo?? Iki loh..

Salah satu kesenian khas yang menjadi icon Kabupaten Banyuwangi adalah Tari Gandrung. Tari yang masih satu aliran dengan Jaipong (Jawa Barat) dan Ronggeng (Jawa Tengah) ini menjadi hiburan rakyat di acara-acara hajatan. Tari Gandrung biasanya disuguhkan dalam menyambut musim panen raya, resepsi pernikahan, khitanan, serta seremonial lainnya. Tarian ini ditampilkan sebagai penghargaan bagi para hadirin dan tamu undangan.

Ada banyak versi mengenai awal kemunculan tari ini. Salah satunya menyebut tari ini muncul setelah kekalahan pahit yang dialami rakyat Blambangan saat melawan VOC. Kesenian ini awalnya digunakan sebagai pemersatu rakyat Blambangan yang tercerai berai akibat kekalahan itu. Pada awalnya, Gandrung dibawakan oleh kaum pria yang berdandan seperti perempuan. Seiring waktu dan perubahan zaman, Tari Gandrung kini dibawakan oleh kaum wanita.

Dalam pertunjukkan Tari Gandung, setidaknya ada tiga bagian yang ditampilkan. Pertama adalah jejer yaitu bagian ketika penari Gandrung menari sendiri atau berkelompok, tanpa melibatkan tamu. Selepas jejer, adalah paju (atau maju), yaitu setiap penari akan mendampingi para tamu yang maju ke panggung untuk ikut menari secara bergantian. Penutup dari pertunjukkan Gandrung adalah seblang subuh. Pada bagian ini, gerakan penari akan melambat dengan iringan gending bertema sedih, antara lain “seblang lokento”. – Indonesia Kaya.

Tinggalkan Komentar