Pancasila: Inovasi Ideologi dalam Kemajemukan Indonesia

Pancasila: Inovasi Ideologi dalam Kemajemukan Indonesia

Pancasila merupakan landasan dasar bangsa Indonesia baik secara landasan idiil maupun ideologi. Hal ini atas rumusan founding father’s dalam melihat kemajemukan masyarakat Indonesia. Mengapa Indonesia tak menganut ideologi seperti negara lainnya? Seperti: liberal, sosialis dan negara Islam. Hal itu disebabkan keberagaman masyarakat Indonesia yang tidak bisa disamakan dengan ideologi negara lain.

Dalam konteks lebih luas, ideologi secara umum dikategorikan, menjadi dua bentuk, yaitu ideologi terbuka dan ideologi tertutup. Menurut Franz dalam (Sutrisno, 2016) ideologi tertutup adalah ajaran atau pandangan dunia yang tujuan dan landasan politik-sosialnya, tidak boleh diperdebatkan lagi, melainkan harus diterima sebagai sesuatu yang telah terbentuk dan dipatuhi. Sedangkan ideologi terbuka adalah pandangan atau ajaran yang berlandaskan dengan nilai dan prinsip moral dalam masyarakat sehingga mewujudkan sistem yang demokratis.

Pancasila dapat dikategorikan sebagai ideologi terbuka dengan menganut asas demokrasi dan sistem pemerintahan yang transparan. Pancasila adalah inovasi ideologi yang hadir dari pemikiran dan usulan yang diperingati pada setiap tanggal 1 Juni 1945.  Meskipun usulan tersebut mengalami beberapa rombakan seperti dalam sila pertama yang awalnya “Ketuhanan Yang Maha Esa dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya” menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Perombakan tersebut didasarkan atas pertimbangan pluralisme agama, sehingga sila ini menunjukkan bahwa negara memberikan kebebasan beragama bagi masyarakat Indonesia.

Pada dasarnya Pancasila merupakan ideologi yang kompleks, dengan memuat unsur-unsur yang ada dalam landasan ideologi lain. Seperti kata “Kerakyatan” dalam sila ke 4 dan “Kesejahteraan Sosial” pada sila ke 5, jika di telusuri lebih dalam kata tersebut merupakan landasan yang ada dalam ideologi sosialis. Meskipun demikian, bukan berarti Pancasila meniru gagasan idelogi tersebut.

Gagasan yang disampaikan oleh Ir. Soekarno tersebut merupakan gagasan yang lahir atas loyalitas dan kebesaran hati beliau dalam membentuk tatatanan kehidupan bangsa yang lebih baik. Pada dasarnya semua ideologi pasti memiliki dualisme, kelebihan dan kekurangan. Pancasila adalah ideologi yang paling tepat  bagi bangsa Indonesia, dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ideologi sosialis dan liberalis bukan berarti ideologi yang buruk. Kedua ideologi tersebut merupakan ideologi yang baik dan sesuai dengan kondisi atau keadaan negara yang menerapkan. Ideologi tersebut memang dinilai kurang cocok jika diterapkan di Indonesia, namun tak berarti ideologi tersebut tidak layak untuk diterapkan. Beberapa negara yang menerapkan ideologi tersebut bisa dikatakan berhasil menjalankannya meskipun terdapat pro-kontra didalamnya, seperti: Amerika dan Rusia.

Pancasila mewakili kondisi sosial masyarakat Indonesia dengan kemajemukan yang beragam, dengan salah satu tujuannya yakni kontra-radikalisme. Pada dasarnya radikalisme muncul dari kelompok masyarakat yang kontra akan Pancasila, sehingga mereka mengklaim bahwa ideologi yang mereka anut adalah paling benar dan menyalahkan penganut ideologi lain termasuk ideologi Pancasila.

Agar permasalahan tersebut tak berujung pada perpecahan, dibutuhkan sebuah upaya untuk meluruskan dan menguatkan ideologi Pancasila dalam kehidupan masyarakat. Salah satu upaya tersebut yakni pendidikan Pancasila yang digalakkan dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Meskipun demikian, kesadaran akan menjadi warga negara yang baik muncul pada setiap individu masing-masing.

Oleh karena itu untuk menangkal beberapa kasus yang mengarah pada penolakan ideologi Pancasila, dibutuhkan langkah atau penanaman karakter, antara lain: 1)Menerima Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. 2) Berusaha mempelajari dan memahami makna Pancasila, nilai – nilai Pancasila dan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara. 3) Tidak menerapkan segala bentuk ideologi, paham, ajaran yang bertentangan dengan Pancasila. 4) Menjalankan ideologi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Berdasarkan penjelasan tersebut, semoga ideologi Pancasila akan tetap lestari dan menjadi fundamental dalam menjalankan kehididupan berbangsa serta bernegara. Ketika kita telah menjalankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, secara tidak langsung akan memunculkan rasa cinta dan kesetiaan terhadap ideologi Pancasila sebagai ideologi yang paling ideal untuk bangsa kita tercinta, Indonesia.

Penulis :  Dewi Ariyanti Soffi (Duta Damai Jatim)

Tinggalkan Komentar