“Islam Yes, Kafir No” dan Redupnya Lagu Islami Anak ala Sulis

“Islam Yes, Kafir No” dan Redupnya Lagu Islami Anak ala Sulis

Akhir ini tengah viral video oknum guru yang mengajak muridnya beryel-yel ria. Yel-yel itu terdengar sensitif dan anti-keberagaman. Yel anak sholeh itu disuarakan dengan penuh heroik. Paling mengejutkan lagi dengan kata-kata, “Islam Yes, Kafir No.”

Tentu feomena di atas adalah kabar yang menyedihkan di negeri keberagaman ini. Sehingga, kita semua perlu merefleksikan kembali pendidikan alternatif kepada anak kita. Kita semua, guru, murid, dan orang tua. Mengapa demikian? Kini anak-anak tengah hidup dalam pusaran modernitas, gelombang pendidikan yang jauh dari akar kebudayaan atau tradisi lampau.

Jikalau ada yang kemudian membantah dengan Kun Ibna Zamaanika, jadilah anak zamanmu. Anak zaman yang seperti apa? Anak zaman yang mudah terpapar paham intoleransi? Tunggu dulu, Kun Ibna Zamaanika adalah saatnya anak zaman 4.0 melek literasi agamanya. Sehingga, agama bukan dijadikan komoditas untuk mengkafirkan, membenci, dan berperang.

Maqolah lama yang selalu teringat di benak penulis adalah al muhafadhah ala qodimis sholih wal ahdu biljadidil ashlah, yang artinya peliharalah tradisi lama yang baik dan kembangkanlah tradisi baru yang lebih baik. Pelihara di situ dapat pula diartikan sebagai merawat atau melestarikan, melestarikan tradisi atau ajaran lama yang baik dan meninggalkan yang buruk. Sedangkan, ahdu biljadidil ashlahadalah akuisisi sebuah modernitas, jika kebaruan itu sebuah kebaikan lestarikan, jika itu keburukan maka tinggalkan lah.

Pesan dalam maqolah itu cocok untuk menanggapi kekacauan model pendidikan sebagaimana fenomena yel-yel anak sholeh di atas. Media pendidikan dan pembelajaran anak perlu kembali bercermin ke belakang dan bernostalgia. Nostalgia yang paling pas dalam sebuah media pendidikan islam yang baik adalah dengan kembali mendengarkan lagu-lagunya mbak Sulis.

Sulis adalah perempuan kelahiran Solo tahun 1990, dengan nama lengkap Sulistyowati. Namanya melejit ketika bergabung dalam sebuah grup Kasidah dan berduet dengan Haddad Alwi. Album pertamanya, Cinta Rasul melejit dan viral mulai 1999, dengan album Cinta Rasul. Kemudian semakin naik daun dengan Cinta Rasul berikutnya.

Sulis merilis album solo keduanyatahun 2007. Album Ya Allahmerupakan album ke dua belas.Albuminitak seperti biasanya yang diwarnai dengan gambus, pada album ini ada sentuhandrum dan gitar bahkan lebih nge-beat. Sebelumitu, iajuga pernah merilis album solo Cinta Rasul 4 (2004).

Sulis telah berhasil membuatalbum duet bersama Hadad Alwi. Beberapa album di antaranya adalah Cinta Rasul 1-6, Seribu Salam Bagi Rasul,dan Love For The Messenger With Orchestra.  Hingga akhirnya Sulis semakin populer dan menggelar konser bersama penyanyi lainnya seperti Opick, Fadhly Padi, Wali Band, dan Iis Dahlia.

Keberhasilan Sulis di kancah musik religi islami itu menjadi angin segar pendidikan agama islam di Indonesia. Selain suara merdu Sulis dan musisi lainnya, ada pesan bermakna dalam setiap liriknya. Beberapa lagu yang sangat fenomenal dan mengedukasi adalah Rindu Muhammadku, Ummi, dan Dzikir Anak.

Ketiga lagu itu merepresentasikan nilai keimanan, keislaman, dan keihsanan. Keimanan yang terkumandangkan dengan cinta umat kepada utusanNya dan dengan cinta kepada utusanNya, itulah cinta yang tinggi kepada Allah Swt. Selain itu, cinta kepada nabi tiadalah cukup, maka perlu pula rasa cinta kepada ibu, secara umum adalah cinta kepada sesama manusia. Berikutnya dengan dzikir anak, ingatan dan tanda-tanda penciptaan alam semesta itu nyata- Allah Swt lah Sang Pencipta.

Secuil kutipan dalam lirik lagu Rindu Muhammadku, “Aku rindu aku rindu padamu Muhammadku. Kau yang mengaku cinta kepada nabimu. Kau yang mengaku merindukannabimu. Jika kau benar-benar cinta dan rindu kepada Muhammad nabimu. Buktikan. Taati perintah-Nya tinggalkan larangan-Nya. Teladani akhlaknya. Niscaya kelak kau akan berjumpa dengan Rasullullah.” Lirik lagu ini mengajarkan kita agar meneladani akhlak nabi.

Akhlak nabi adalah pesan moral lagu Rindu Muhammadku. Salah satu akhlak nabi adalah toleransi dan tenggang rasa. Ajaran nabi tentang kemanusiaan adalah rasa menghargai satu sama lain, apapun agama dan budayanya. Dengan akhlak yang baik, akhlak sebagaimana yang diajarkan oleh nabi, maka kerinduan kita kepada nabi akan tersampaikan, dan menjadi pesan cinta kepada Allah Swt.

Sedangkan dalam lagu Ummi, pendengarnya akan diajarkan bagaiman hormat kepada ibu. Ibu adalah orang yang utama dalam hidup. Perempuan yang selalu mengasihi anaknya. Perempuan yang awal mula mendidik anaknya, denga pendidikan dalam keluarga. Bakti kepada ibu adalah bakti dan taat kelas tinggi kepada Allah Swt. Sebagaima termaktub dalam lirik; Ibu…Sorga ditelapak kakimu, ridho Allah dengan ridhomu, begitulah sabda nabiku.

Pada lagu ketiga, Dzikir Anak memberikan pesan agar anak tahu siapa pencipta alam. Selain itu, akan memantik anak lebih dalam untuk mengetahui proses penciptaan semuanya. Berkat kebesaran Allah itulah anak-anak akan berlaku logis dan rasional untuk mencari jalan kebenaran ilmu pengetahuan. Adapun kutipan lagunya ialah: Siapa yang menciptakan bukit-bukit dan sungai (Allah), siapa yang menciptakan lembah (Allah), siapa yang menciptakan siang dan malam(Allah). Subhanallah wal hamdulillah, Subhanallah wal hamdulillah. Allah Maha Pengasih, Allah Maha Penyayang.

Masa anak dan pendidikannya masih terdapat harapan. Alunan musik religi islami seperti yang dikampanyekan Sulis ini menjadi salah satu pendidikan agama yang efektif dan substantif. Pendidikan agama islam yang mengajarkan cintah kasih kepada manusia hingga alam semesta. Karena sejatinya, islam adalah agama cinta.

Penulis: Al Muiz Liddinillah

Tinggalkan Komentar